Langsung ke konten utama

Drama Korea

    Sejujurnya aku salut ama mereka yang nonton drama korea alias dakor yang durasinya berkali-kali lipat lebih lama dibanding film pada umumnya, apalagi setiap akhir episodenya bikin penasaran buat nonton episode berikutnya dan mereka tetap bisa fokus ngerjain tugas, maupun ngelakuin kegiatan lain yang jadi kewajibannya. Dulu aku pernah nonton drakor kalo enga salah “Hospital Ship” dan saat nonton habis satu episode pengen nonton episode selanjutnya karena bikin penasaran, dan begitu seterusnya sampai episode terakhir, jatuhnya malah ambisius buat nyelesain semua episodenya secepatnya, karena bikin penasaran juga selalu kepikiran. Jadi pikiranku saat itu selesein drakornya dulu baru ngerjain yang lain.

    Tapi aku jadi berfikir, kayaknya kalo begini terus merugikanku, aku jadi nunda ngerjain tugas yang seharusnya aku duluin dan hal-hal lain yang lebih penting. Kemudian aku memutuskan buat engga nonton drakor lagi. Saat temen nonton drakor aku berusaha buat engga ikut-ikutan. Hingga disuatu hari, karena pandemi covid-19, kuliah dialihkan melalui metode daring juga dianjurkan pemerintah untuk meminimalisir keluar rumah,  dan temenku nonton drakor, akhirnya keputusan yang aku ambil dulu untuk engga lagi nonton drakor pun goyah (aku engga inget bertahan berapa keputusanku itu, mungkin sekitar 9 bulan). Karena pikirku waktu itu, engga papalah, saat-saat gini juga kan kegiatan-kegiatanu diluar dibatasi, ada yang diundur malah dibatalkan. Jadi lebih punya banyak waktu.

    Kemudian suatu hari aku ketemu  postingan di instagram @tirto.id, yang isinya tentang “kenapa sih kamu suka drama Korea?” ini linknya https://www.instagram.com/p/CBPyaKtJqFX/?igshid=1kj2imxzu62ar terus aku baca beberapa komennya, ada yang bilang karena drakor banyak genrenya (Kedokteran, hukum, keluarga, romance, dll) ceritanya detail, ada ilmu-ilmu yang bisa didapat, dll. Aku jadi mikir, iya juga ya, misal genrenya hukum, secara detail digambarkan dari mulai kasusnya, penyidikannya juga persidangannya dengan segala bukti-buktnya yang detail, jadi tau hal-hal yang sebelumnya belum tau. Sekarang aku juga lagi belajar untuk membiasakan, kalo misal mau nonton drakor bisa ngontrol waktunya, bisa bedain mana yang harus diduluin. Intinya juga kita bisa tahu tentang hal-hal baru melalui bermacam cara.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekian

Teruntuk yang pernah datang Aku tau kamu tak berniat, tapi aku yang terlalu berharap, terima kasih sudah pernah datang, maaf jika merepotkan. Sekian.

KONTEMPLASI

Menarik kembali garis panjang perjalanan kehidupan, bertemu dengan orang-orang asing yang kemudian berkenalan dan berteman dekat maupun hanya sekedarnya. Setiap orang ada waktunya dan setiap waktu ada orangnya begitulah kiranya kata-kata bijak yang kubaca di story seorang teman yang hanya sekedar teman. Seperti halnya ungkapan di zaman ini “ sangat relate ” menjadi kata yang kuucapkan hanya dalam hati dan pikiran. Tentang hal besar bagiku yang mungkin tidak begitu besar baginya, jatuh suka setelah sekian lama mati rasa, tetapi kurasa mati rasa terlalu berlebihan mungkin lebih kepada penuh keraguan dan ketakutan bahkan untuk memulainya. Terkadang suatu hal bagi seseorang mudah namun tidak mudah bagi orang lain. Dengan latar belakang aman yang ternyata palsu membuat beberapa orang sulit beradaptasi ataupun mencerna perilaku orang lain diluarnya. Bukan tidak mengerti hanya mungkin tidak tahu bagaimana cara menerimanya dan memberikan respon yang sepantasnya, mungkin terlihat sangat sepele ...