Langsung ke konten utama

KONTEMPLASI

Menarik kembali garis panjang perjalanan kehidupan, bertemu dengan orang-orang asing yang kemudian berkenalan dan berteman dekat maupun hanya sekedarnya. Setiap orang ada waktunya dan setiap waktu ada orangnya begitulah kiranya kata-kata bijak yang kubaca di story seorang teman yang hanya sekedar teman. Seperti halnya ungkapan di zaman ini “sangat relate” menjadi kata yang kuucapkan hanya dalam hati dan pikiran. Tentang hal besar bagiku yang mungkin tidak begitu besar baginya, jatuh suka setelah sekian lama mati rasa, tetapi kurasa mati rasa terlalu berlebihan mungkin lebih kepada penuh keraguan dan ketakutan bahkan untuk memulainya.

Terkadang suatu hal bagi seseorang mudah namun tidak mudah bagi orang lain. Dengan latar belakang aman yang ternyata palsu membuat beberapa orang sulit beradaptasi ataupun mencerna perilaku orang lain diluarnya. Bukan tidak mengerti hanya mungkin tidak tahu bagaimana cara menerimanya dan memberikan respon yang sepantasnya, mungkin terlihat sangat sepele tapi begitu nyatanya. Katanya hidup adalah perjalanan Panjang tentang pembelajaran dan mungkin pembelajaran harus dilakui dengan mengalami terlebh dahulu. Dan seperti kata orang-orang bahwa sesuatu yang pertama kali amat terasa paling berat begutu pula tentang patah hati.

Bab terakhir adalah tentang mengikhlaskan, menerima kenyataan ternyata tidak semudah yang dibayangkan, pikiran dan hati bergemuruh tetapi tidak tahu harus bagaimana dan kebingungan menyandarkan beban kepada siapa. Tetapi kata orang Ikhlas itu tentang terbiasa, iya setuju tapi juga tentang kesadaran dan menerima kenyataan diri ini bukan yang dipilih adalah langkah pertama yang sulit. Semua langkah pada dasarnya sangat sulit, tetapi saat itu kurasa pilihan terbaik adalah mengikhlaskan. Iya katanya perjalanan hidup adalah pilihan atas keputusan yang diambil, kemudian dalam perjalanannya seorang teman berkata bahwa “kalo kamu udah punya prinsip ngejalaninnya tu enak dan legowo” prinsipnya adalah tidak semua yang disukai harus dimiliki kadang cukup melihatnya dari jauh, dan mungkin ambisi sendiri itu yang membuat sesorang menjadi kehilangan dirinya sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekian

Teruntuk yang pernah datang Aku tau kamu tak berniat, tapi aku yang terlalu berharap, terima kasih sudah pernah datang, maaf jika merepotkan. Sekian.

Drama Korea

     Sejujurnya aku salut ama mereka yang nonton drama korea alias dakor yang durasinya berkali-kali lipat lebih lama dibanding film pada umumnya, apalagi setiap akhir episodenya bikin penasaran buat nonton episode berikutnya dan mereka tetap bisa fokus ngerjain tugas, maupun ngelakuin kegiatan lain yang jadi kewajibannya. Dulu aku pernah nonton drakor kalo enga salah “Hospital Ship” dan saat nonton habis satu episode pengen nonton episode selanjutnya karena bikin penasaran, dan begitu seterusnya sampai episode terakhir, jatuhnya malah ambisius buat nyelesain semua episodenya secepatnya, karena bikin penasaran juga selalu kepikiran. Jadi pikiranku saat itu selesein drakornya dulu baru ngerjain yang lain.      Tapi aku jadi berfikir, kay aknya kalo begini terus merugikanku, aku jadi nunda ngerjain tugas yang seharusnya aku duluin dan hal-hal lain yang lebih penting. Kemudian aku memutuskan buat engga nonton drakor lagi. Saat temen nonton drakor aku berusaha ...