Menarik kembali garis panjang perjalanan kehidupan, bertemu dengan orang-orang asing yang kemudian berkenalan dan berteman dekat maupun hanya sekedarnya. Setiap orang ada waktunya dan setiap waktu ada orangnya begitulah kiranya kata-kata bijak yang kubaca di story seorang teman yang hanya sekedar teman. Seperti halnya ungkapan di zaman ini “sangat relate” menjadi kata yang kuucapkan hanya dalam hati dan pikiran. Tentang hal besar bagiku yang mungkin tidak begitu besar baginya, jatuh suka setelah sekian lama mati rasa, tetapi kurasa mati rasa terlalu berlebihan mungkin lebih kepada penuh keraguan dan ketakutan bahkan untuk memulainya.
Terkadang suatu hal bagi seseorang mudah namun tidak mudah bagi orang lain. Dengan latar belakang aman yang ternyata palsu membuat beberapa orang sulit beradaptasi ataupun mencerna perilaku orang lain diluarnya. Bukan tidak mengerti hanya mungkin tidak tahu bagaimana cara menerimanya dan memberikan respon yang sepantasnya, mungkin terlihat sangat sepele tapi begitu nyatanya. Katanya hidup adalah perjalanan Panjang tentang pembelajaran dan mungkin pembelajaran harus dilakui dengan mengalami terlebh dahulu. Dan seperti kata orang-orang bahwa sesuatu yang pertama kali amat terasa paling berat begutu pula tentang patah hati.
Bab terakhir adalah tentang mengikhlaskan, menerima kenyataan ternyata tidak semudah yang dibayangkan, pikiran dan hati bergemuruh tetapi tidak tahu harus bagaimana dan kebingungan menyandarkan beban kepada siapa. Tetapi kata orang Ikhlas itu tentang terbiasa, iya setuju tapi juga tentang kesadaran dan menerima kenyataan diri ini bukan yang dipilih adalah langkah pertama yang sulit. Semua langkah pada dasarnya sangat sulit, tetapi saat itu kurasa pilihan terbaik adalah mengikhlaskan. Iya katanya perjalanan hidup adalah pilihan atas keputusan yang diambil, kemudian dalam perjalanannya seorang teman berkata bahwa “kalo kamu udah punya prinsip ngejalaninnya tu enak dan legowo” prinsipnya adalah tidak semua yang disukai harus dimiliki kadang cukup melihatnya dari jauh, dan mungkin ambisi sendiri itu yang membuat sesorang menjadi kehilangan dirinya sendiri.
Komentar
Posting Komentar