Langsung ke konten utama

Sedikit Tentang Negri Ini

Indonesia, siapa yang tau tentangnya, negri yang memiliki pulau terbanyak di bumi,  alamnya yang kaya, indah, memesona,  bahkan ada seorang yang mengatakan bahwa negri ini adalah secuil dari surga, kebayangkan gi mana indahnya. Masyarakatnya yang ramah, memiliki kulit yang eksotis, budayanya yang sangat beragam, dan tak lupa pula tentang para pemimpinnya yang memiliki hoby yang ekstrim yaitu korupsi, bahkan Indonesia memperoleh perigkat ke-13 dalam daftar negara paling korup se-Asia Pasifik, apakah anda bangga?
Di China para koruptor dihukum mati, di Malaysia di gantung,di Saudi di pancung, di Indonesia hukumannya lebih menakjubkan, yaitu di penjara didalam kamar yang full AC, kasur empuk, ada TV lagi, makan terjamin, enak yaaa kelihatannya, bahkan dikamar kos penulis saja hanya ada kasur yang semakin menipis, bantalnya pun begitu, jangankan AC, kipas anginpun tak ada, dan jika tanggal tua mendekati makan yang biasanya sehari tiga kali bisa berubah bagaikan disulap simsalabim.. abrakkadabra.. menjadi sekali, atau bahkan menjadi lebih alim dengan lebih rajin berpuasa, heh.. mungkin para penegak hukum lebih sayang sama koruptor dibanding mahasiswa rantauan yang berjuang keras demi masa depan negri ini.
Mencari pekerjaan di negri ini pun begitu sulit, lulusan S1 pun belum tentu sudah terjamin punya kerjaan. Sering kali penulis jika sedang masuk toko-toko hanya untuk melihat-lihat, ada pekerja toko yang tugasnya hanya membuka pintu dari toko buka sampai tutup, sering juga penulis menemui pedagang semacam SPG, namun kepalanya ditutupi ember, sambil tanggannya membawa kursi plastik, dan bertriak-triak di siang yang begitu panas, namun tak sepanas dineraka, gaji yang didapat mereka para pejang keluarga pun tak menentu, terombang-ambing tak tentu arah.
Sebenarnya penulis merasa iba melihat hal seperti itu, ingin rasanya menutup mata  namun karena takut tersandung ataupun menabrak, penulis pun mengurungkan niatnya untuk menutup mata. Mungkin saja para pemmpin dinegri ini menggunakan alat khusus agar jikalau mereka menutup mata tentang itu, mereka tidak tersandung ataupun menabrak, mungkin saja..


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekian

Teruntuk yang pernah datang Aku tau kamu tak berniat, tapi aku yang terlalu berharap, terima kasih sudah pernah datang, maaf jika merepotkan. Sekian.

Drama Korea

     Sejujurnya aku salut ama mereka yang nonton drama korea alias dakor yang durasinya berkali-kali lipat lebih lama dibanding film pada umumnya, apalagi setiap akhir episodenya bikin penasaran buat nonton episode berikutnya dan mereka tetap bisa fokus ngerjain tugas, maupun ngelakuin kegiatan lain yang jadi kewajibannya. Dulu aku pernah nonton drakor kalo enga salah “Hospital Ship” dan saat nonton habis satu episode pengen nonton episode selanjutnya karena bikin penasaran, dan begitu seterusnya sampai episode terakhir, jatuhnya malah ambisius buat nyelesain semua episodenya secepatnya, karena bikin penasaran juga selalu kepikiran. Jadi pikiranku saat itu selesein drakornya dulu baru ngerjain yang lain.      Tapi aku jadi berfikir, kay aknya kalo begini terus merugikanku, aku jadi nunda ngerjain tugas yang seharusnya aku duluin dan hal-hal lain yang lebih penting. Kemudian aku memutuskan buat engga nonton drakor lagi. Saat temen nonton drakor aku berusaha ...

KONTEMPLASI

Menarik kembali garis panjang perjalanan kehidupan, bertemu dengan orang-orang asing yang kemudian berkenalan dan berteman dekat maupun hanya sekedarnya. Setiap orang ada waktunya dan setiap waktu ada orangnya begitulah kiranya kata-kata bijak yang kubaca di story seorang teman yang hanya sekedar teman. Seperti halnya ungkapan di zaman ini “ sangat relate ” menjadi kata yang kuucapkan hanya dalam hati dan pikiran. Tentang hal besar bagiku yang mungkin tidak begitu besar baginya, jatuh suka setelah sekian lama mati rasa, tetapi kurasa mati rasa terlalu berlebihan mungkin lebih kepada penuh keraguan dan ketakutan bahkan untuk memulainya. Terkadang suatu hal bagi seseorang mudah namun tidak mudah bagi orang lain. Dengan latar belakang aman yang ternyata palsu membuat beberapa orang sulit beradaptasi ataupun mencerna perilaku orang lain diluarnya. Bukan tidak mengerti hanya mungkin tidak tahu bagaimana cara menerimanya dan memberikan respon yang sepantasnya, mungkin terlihat sangat sepele ...